{"id":113,"date":"2022-08-20T04:42:19","date_gmt":"2022-08-20T04:42:19","guid":{"rendered":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/?p=1221"},"modified":"2022-08-20T04:42:19","modified_gmt":"2022-08-20T04:42:19","slug":"perkembangan-teknologi-seluler","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/perkembangan-teknologi-seluler\/","title":{"rendered":"Perkembangan Teknologi Seluler"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkembangan teknologi seluler dimulai dengan 1G, diikuti oleh 2G, 3G 3.5G, 4G, dan&nbsp; 5G akan segera menjadi hal besar berikutnya. &#8220;G&#8221; dalam teknologi 1G, 2G, 3G, 3.5G, 4G, dan&nbsp; 5G adalah generasi (generation) dan angka dari 1 hingga 5 adalah peningkatan pada&nbsp; perkembangan jaringan teknologi telekomunikasi. Ada banyak aspek yang membedakan tiap&nbsp; generasi. Setiap generasi memiliki standar khusus yang perlu disesuaikan dengan standar&nbsp; jaringan telepon dan sistem telepon seluler pada masanya. Setiap generasi tentunya&nbsp; menghadirkan frekuensi baru, kecepatan data yang lebih tinggi, dan teknologi transmisi&nbsp; terbaru. Perbedaan utama diantara 1G dan 2G adalah sinyal radio yang digunakan oleh jaringan&nbsp; 1G adalah analog, sedangkan jaringan 2G adalah digital. Untuk 3G, generasi ini menetapkan&nbsp; standar untuk sebagian besar teknologi nirkabel yang saat ini telah kita kenal dan umumnya gunakan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembahasan&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi 3G pertama kali dikomersialkan di Jepang oleh NTT DoCoMo pada tahun &nbsp;2001. Pada tahun 2002, Korea Selatan menggunakan teknik serupa. Teknologi jaringan 3G ini &nbsp;harus mampu mengirim data hingga 2 Mbps. Tetapi, bukan berarti GPRS telah mati. Justru &nbsp;pada saat itu muncul EDGE \u2013 Enhanced Data &#8211; rates for GSM Evolution, ini diharapkan akan &nbsp;menjadi pengganti GPRS yang lebih baik, karena tidak perlu mengupgrade hardware secara &nbsp;ekstrem dan tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi 3G telah menjadi standar jaringan International Telecommunication Union &nbsp;(ITU) yang diadopsi dari IMT-2000. Organisasi tersebut kemudian memutuskan untuk &nbsp;mengembangkan dua jenis operator dari 2G ke 3G, yaitu dari 2G TDMA ke IMT-SC EDGE &nbsp;(operator GSM) dan dari 2G CDMA (cdmaOne) menjadi IMT-SC (operator CDMA).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi jaringan 3G merupakan evolusi dari jaringan seluler yang berkembang lebih &nbsp;cepat dari dua generasi sebelumnya. Di generasi ketiga ini, kita dapat berselancar (internet-an) dengan nyaman dengan telepon seluler (ponsel) dan bahkan mengakses video di internet. &nbsp;Kehadiran jaringan 3G telah memungkinkan ponsel (ponsel) untuk mengirim email dengan &nbsp;cepat, mengirim pesan instan, menonton video, bahkan menggunakan teknologi panggilan &nbsp;video. Jaringan ini disebut mobile broadband karena fungsinya yang bisa dipakai untuk&nbsp; berselancar (internet-an). Generasi ke 3 ini mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi &nbsp;(high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA &nbsp;(UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/2nUnIyiceiL9OmmDEiUgCtWypCVa1sa5M1w_20KDZnxsVeVvxYwIl3TiWEfbLWPdczZKCcWLzJz7sJo86GpHp-Ns5XgCHif2VJPShy6QAPJCRw7GCxdkgFt7aWh4B3FR4FR_yTVJUX4qJKZkV6IZQv4\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"224\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kelebihan 3G<\/strong><strong>&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Menyediakan high speed data service 384 kbps \u2013 2 Mbps.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Mengguntungkan dalam dunia bisnis, pemerintahan, maupun perorangan karena &nbsp;kecepatan data yang dikirim&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Bisa melakukan video calling dengan teman, keluarga, maupun pengguna lain di &nbsp;seluruh dunia dengan konektivitas yang cepat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4. Mampu mengirimkan berbagai jenis data seperti jenis data dengan gambar diam, &nbsp;gambar bergerak, suara, video, dan jenis data lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">5. Mampu mendownload dengan mudah dan lebih cepat berbagai jenis game favorite, &nbsp;lagu-lagu terbaru, maupun video yang diinginkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">6. pengguna dapat menikmati service telephone, video, televisi, internet, maupun media &nbsp;lainnya dengan lebih mudah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">7. Pengguna koneksi 3G dengan akses wireless, jadi bisa memiliki data seluler tanpa &nbsp;memperhatikan waktu dan lokasi&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kekurangan 3G<\/strong><strong>&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Jaringan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membangun koneksi 3G di &nbsp;berbagai tempat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Untuk menikmati semua fitur baru dari 3G maka pengguna teknologi ini perlu membeli &nbsp;handset 3G-compatilible yang harganya cukup mahal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. 3G sangat memerlukan perhatian khusus mengenai keamanan dan etika terhadap &nbsp;penggunaan teknologi 3G karena rawan terjadi penyalahgunaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4. 3G sudah di tinggalkan, karena teknologi jaringan seluler sudah menghadapi teknologi &nbsp;jaringan 5G&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penutup<\/strong><strong>&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demikian penjelasan serta paparan singkat mengenai kelebihan dan kekurangan 3G.&nbsp; Teknologi jaringan 3G merupakan evolusi dari jaringan seluler yang berkembang lebih cepat &nbsp;dari dua generasi sebelumnya dan memiliki lebih banyak kelebihan daripada kekurangan, akan &nbsp;tetapi 3G sudah di tinggalkan, karena teknologi jaringan seluler sudah menghadapi teknologi &nbsp;jaringan 5G.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Referensi<\/em><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>2018. <em>PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 1G, 2G, 3G, 3.5G, 4G DAN 5G. <\/em>[Online]\u00a0\u00a0<\/li><li>Available at: https:\/\/sis.binus.ac.id\/2018\/03\/09\/perkembangan-teknologi-1g-2g-3g-3-5g-4g-dan-5g\/\u00a0<\/li><li><em>Inilah Jenis-Jenis Jaringan Seluler dari Generasi ke Generasi. <\/em>[Online]\u00a0\u00a0Available at: https:\/\/carisinyal.com\/jenis-jenis-jaringan-seluler\/\u00a0<\/li><li>Dwie, R., 2017. <em>Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan 3G. <\/em>[Online]\u00a0\u00a0 Available at: https:\/\/kitkatcek.blogspot.com\/2017\/03\/kelebihan-dan-kekurangan-menggunakan 3g.html\u00a0Sudradjat, A. E., 2012. <\/li><li><em>Perkembangan Generasi Telekomunikasi (Jarlan). <\/em>[Online]\u00a0 Available at: https:\/\/andikaekaputra112070231.blogspot.com\/2012\/05\/perkembangan-generasi telekomunikasi.html<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yuk kenalan lebih jauh dengan program studi <a href=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/2022\/04\/apa-itu-jurusan-teknik-telekomunikasi\/25\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">S1 Teknik Telekomunikasi<\/a> dan kunjungi laman website official <a href=\"https:\/\/ittelkom-jkt.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">ITTelkom Jakarta<\/a> ya!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Ditulis oleh Abigail Arivianti<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan teknologi seluler dimulai dengan 1G, diikuti oleh 2G, 3G 3.5G, 4G, dan&nbsp; 5G akan segera menjadi hal besar berikutnya. &#8220;G&#8221; dalam teknologi 1G, 2G, 3G, 3.5G, 4G, dan&nbsp; 5G adalah generasi (generation) dan angka dari 1 hingga 5 adalah peningkatan pada&nbsp; perkembangan jaringan teknologi telekomunikasi. Ada banyak aspek yang membedakan tiap&nbsp; generasi. Setiap generasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-113","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-info-lainnya-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}