{"id":180,"date":"2022-11-10T05:20:25","date_gmt":"2022-11-10T05:20:25","guid":{"rendered":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/?p=1470"},"modified":"2022-11-10T05:20:25","modified_gmt":"2022-11-10T05:20:25","slug":"hidetsugu-yagi-sang-penemu-antena-dari-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/hidetsugu-yagi-sang-penemu-antena-dari-jepang\/","title":{"rendered":"Hidetsugu Yagi Sang Penemu Antena dari Jepang"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Biografi Hidetsugu Yagi Sang Penemu Antena dari Jepang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hidetsugu Yagi<\/strong>\u00a0dilahirkan pada tanggal 28 Januari 1886 di Osaka, Jepang, dan meninggal pada tanggal 19 Januari 1976 di usia 89 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak ilmuwan mengatakan \u00a0bahwa Hidetsugu Yagi \u00a0merupakan tokoh yang berpengaruh dan penting dalam bidang teknologi.\u00a0<strong>Hidetsugu Yagi<\/strong>\u00a0adalah 10 penemu terpenting dalam tokoh dalam sejarah Jepang. Hidetsugu Yagi dikenal oleh dunia berkat penemuannya yang luar biasa di bidang elektronika, yaitu\u00a0<strong>antena<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Antena<\/strong>&nbsp;adalah piranti elektronik yang biasa digunakan untuk menangkap gelombang elektromagnetik pada televisi maupun radio.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\" id=\"attachment_1891\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.amongguru.com\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Hidetsugu-Yagi-Penem-Antena.png?resize=377%2C487\" alt=\"Biografi Hidetsugu Yagi Sang Penemu Antena dari Jepang\" class=\"wp-image-1891\" title=\"Biografi Hidetsugu Yagi Sang Penemu Antena dari Jepang\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Hidetsugu Yagi <\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak kecil, Hidetsugu Yagi sangat senang dengan dunia elektronika. Karena kecintaannya yang besar terhadap elektronik, kemudian\u00a0<strong>Hidetsugu Yagi<\/strong>\u00a0memilih belajar di jurusan listrik pada Universitas Imperial Tokyo sampai menjadi seorang insinyur listrik\u00a0 di tahun 1909.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penemuan Antena Yagi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selesai kuliah, Hidetsugu tidak puas hanya berbekal ilmu kelistrikan dari kampusnya saja. Dia kemudian memutuskan untuk pergi ke beberapa negara demi mengenal lebih dalam tentang kelistrikan, diantaranya Inggris, Amerika, dan Jerman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Jerman,\u00a0<strong>Hidetsugu Yagi<\/strong>\u00a0melakukan riset tentang turunan gelombang listrik yang menggunakan teknologi nirkabel (wireless). Hidetsugu Yagi berhasil menemukan adanya gelombang listrik yang dapat dihantarkan pada kondisi tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penemuan inilah yang selanjutnya menjadi dasar dari diciptakannya antena. Melalui bantuan rekannya, Shintaro Uda, akhirnya pada tahun 1926, Hidetsugu Yagi berhasil mengembangkan alat hasil penemuannya tersebut dan dipatenkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hidetsugu Yagi<\/strong>&nbsp;berhasil membuat antena pertama kali di dunia yang diberi nama \u201cYaggi Antena\u201d atau Antena Yagi.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/image-1-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1471\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Antena Yagi buatan Hidetsugu Yagi<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Antena Yagi memungkinkan penerimaan secara terarah dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Konstruksi\u00a0<strong>antena Yagi<\/strong>\u00a0ini sudah digunakan pada antena-antena modern dan dipasang oleh puluhan juta rumah di seluruh dunia. Pada tahun 1930, Hidetsugu Yagi memutuskan kembali ke negaranya, Jepang, untuk mengenalkan kepada masyarakat Jepang tentang hasil penemuannya tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun di negaranya sendiri kurang mendapatkan tanggapan yang baik, terutama dari kalangan akademisi Jepang, nyatanya penemuan antena oleh Hidetsugu Yagi ini mendapatkan apresiasi luar biasa dari negara-negara Eropa dan juga Amerika. Tidak dapat dipungkiri bahwa penemuan Hidetsugu Yagi ini adalah penemuan terbesar dalam bidang elektronika.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Antena<\/strong>\u00a0menjadi bagian penting dari sebuah televisi atau radio. Melalui\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Antena\">antena<\/a>, kita dapat menikmati siaran televisi dan mendengarkan radio secara jelas dan jernih. Melalui antena, akan lebih mengarahkan penerimaan gelombang elektromagnetik televisi maupun radio. Gangguan-gangguan terhadap penerimaan gelombang pun dapat diminimalkan dengan adanya\u00a0<strong>antena<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Karir Hidetsugu Yagi setelah berhasil menemukan antena dapat dikatakan berkembang cukup pesat. Pada tahun 1942,\u00a0<strong>Hidetsugu Yagi<\/strong>\u00a0dilantik menjadi Direktur pada Fakultas Ilmu Industri Universitas Tokyo pada tahun 1942. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Selanjutnya di tahun 1944, Hidetsugu Yagi menduduki jabatan sebagai \u00a0direktur Jenderal Institut Teknologi. Pada tahun 1946, Hidetsugu Yagi diangkat menjadi Direktur Jenderal Osaka Imperial University. Pada tahun 1952, Hidetsugu Yagi menjadi presiden Established Yagi Antenna Inc.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biografi Hidetsugu Yagi Sang Penemu Antena dari Jepang Hidetsugu Yagi\u00a0dilahirkan pada tanggal 28 Januari 1886 di Osaka, Jepang, dan meninggal pada tanggal 19 Januari 1976 di usia 89 tahun. Banyak ilmuwan mengatakan \u00a0bahwa Hidetsugu Yagi \u00a0merupakan tokoh yang berpengaruh dan penting dalam bidang teknologi.\u00a0Hidetsugu Yagi\u00a0adalah 10 penemu terpenting dalam tokoh dalam sejarah Jepang. Hidetsugu Yagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-180","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-info-lainnya-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=180"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/180\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}