{"id":2251,"date":"2023-07-26T07:04:09","date_gmt":"2023-07-26T07:04:09","guid":{"rendered":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/?p=2251"},"modified":"2023-12-07T14:21:37","modified_gmt":"2023-12-07T07:21:37","slug":"bandwidth-jenis-fungsi-dan-cara-kerjanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/bandwidth-jenis-fungsi-dan-cara-kerjanya\/","title":{"rendered":"Bandwidth : Jenis, Fungsi dan Cara Kerjanya"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Bandwidth<\/em>&nbsp;adalah besar kapasitas&nbsp;<em>transfer<\/em>&nbsp;data dalam satuan waktu&nbsp;<em>bit per second<\/em>&nbsp;(bps). Dalam dunia internet, kabel ethernet yang menghubungkan jaringan akan dilalui oleh trafik paket data dengan jumlah maksimal tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi,&nbsp;<em>bandwidth<\/em>&nbsp;merupakan jumlah maksimal dari suatu jalur komunikasi untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan data dalam hitungan detik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Bandwidth<\/em>&nbsp;sering menjadi pertimbangan pengguna dalam memilih jaringan internet. Hal ini karena semakin besar&nbsp;<em>bandwidth<\/em>, maka semakin banyak data yang dapat melaluinya dalam satu waktu. Hal itu berarti semakin cepat pertukaran data yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Kerja Bandwidth<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Bandwidth<\/em>\u00a0adalah faktor penting dalam mengukur atau menganalisis performa jaringan dan mendesain jaringan baru. Meski begitu,\u00a0<em>bandwidth<\/em>\u00a0bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kecepatan sebuah jaringan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"770\" height=\"324\" src=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/image-3.png\" alt=\"Bandwidth\" class=\"wp-image-2268\" srcset=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/image-3.png 770w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/image-3-300x126.png 300w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/image-3-768x323.png 768w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/image-3-255x107.png 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 770px) 100vw, 770px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila dianalogikan, cara kerja\u00a0<em>bandwidth<\/em>\u00a0diibaratkan seperti pipa air dengan diameter tertentu. Air diibaratkan sebagai data pada jaringan. Laju atau debit air yang keluar melalui selang adalah\u00a0<em>bandwidth<\/em>-nya. Dengan begitu, semakin besar pipa, maka semakin banyak pula air yang dapat dialirkan dari pipa. Itu berarti semakin besar\u00a0<em>bandwidth<\/em>, maka besar juga kapasitas transfer data yang dapat dialirkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-jenis Bandwidth<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bandwidth pada komputer dibagi menjadi dua jenis, yaitu bandwidth digital dan analog. Keduanya memiliki pengertian dan manfaatnya masing-masing. Lebih jelasnya, berikut jenis-jenis bandwdith.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Bandwidth Digital<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Bandwidth<\/em>&nbsp;digital adalah jumlah data yang ditransfer dalam&nbsp;<em>bit per second<\/em>&nbsp;pada sebuah jaringan. Bandwidth ini mengirimkan informasi secara digital, yaitu melalui kabel atau tanpa menggunakan kabel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Bandwidth Analog<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mirip seperti\u00a0<em>bandwidth<\/em>\u00a0digital, bandwdith analog adalah rentang frekuensi yang diukur dalam satuan Hertz (Hz). Satuan ini menentukan banyaknya data atau informasi yang dapat dialirkan dalam suatu waktu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi Bandwidth<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kamu sudah mengetahui apa itu bandwidth, cara kerja dan jenis-jenisnya. Sekarang mari simak apa saja fungsi bandwidth berdasarkan perannya di jaringan internet. Yuk simak penjelasannya!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Jalur transfer data<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fungsi&nbsp;<em>bandwidth<\/em>&nbsp;yang pertama yaitu sebagai jalur transfer data. Seperti contoh analogi cara kerja seperti pipa air yang tadi sudah dijelaskan, bandwidth merupakan jalur yang menghubungkan jaringan internet dari suatu perangkat ke perangkat lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Membagi kecepatan transfer data<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila ada aktivitas pengguna internet yang memakan banyak&nbsp;<em>bandwidth<\/em>, maka hal ini akan mengganggu kecepatan transfer data pengguna lainnya yang ada dalam satu jaringan internet yang sama. Fungsi bandwidth dimanfaatkan untuk membagi kecepatan transfer data antar pengguna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika\u00a0<em>bandwidth<\/em>\u00a0terbatas, jaringan bisa menjadi lebih stabil karena tidak ada perangkat tertentu yang menguras bandwidth lebih besar. Dengan begitu, tidak ada bandwidth yang tersedot secara timpang sehingga internet bisa diakses dengan adil oleh semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Mengatur jumlah data yang ditransfer<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fungsi&nbsp;<em>bandwidth<\/em>&nbsp;selanjutnya adalah untuk membatasi besar data yang ditransfer. Fungsi ini biasanya dimanfaatkan oleh administrator untuk menjaga kecepatan transfer data agar berjalan lebih optimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini bertujuan untuk mengurangi trafik yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Ternyata, trafik yang tinggi dalam jangka waktu yang lama juga tidaklah bagus. Hal ini karena trafik tinggi tersebut dapat mengganggu stabilitas jaringan karena mempengaruhi kapasitas bandwidth yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, kurang lebih itulah penjelasan akan Bandwidth. Yuk kenalan lebih jauh dengan program studi\u00a0<a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/\" target=\"_blank\">S1 Teknik Telekomunikasi<\/a>\u00a0dan kunjungi laman website official\u00a0<a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/\" target=\"_blank\">Telkom University Kampus Jakarta<\/a>\u00a0ya!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Ditulis oleh Dzul Rahman<\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandwidth&nbsp;adalah besar kapasitas&nbsp;transfer&nbsp;data dalam satuan waktu&nbsp;bit per second&nbsp;(bps). Dalam dunia internet, kabel ethernet yang menghubungkan jaringan akan dilalui oleh trafik paket data dengan jumlah maksimal tertentu. Jadi,&nbsp;bandwidth&nbsp;merupakan jumlah maksimal dari suatu jalur komunikasi untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan data dalam hitungan detik. Bandwidth&nbsp;sering menjadi pertimbangan pengguna dalam memilih jaringan internet. Hal ini karena semakin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2268,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":18,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[32,18],"tags":[],"class_list":["post-2251","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-info-lainnya-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2251","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2251"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2251\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2268"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2251"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2251"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2251"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}