{"id":4786,"date":"2023-09-19T15:48:12","date_gmt":"2023-09-19T08:48:12","guid":{"rendered":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/?p=4786"},"modified":"2023-12-07T14:17:47","modified_gmt":"2023-12-07T07:17:47","slug":"sejarah-pager-atau-beepers","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/sejarah-pager-atau-beepers\/","title":{"rendered":"Sejarah Pager atau Beepers"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0\">Jauh sebelum email dan SMS, sudah ada pager, perangkat\u00a0frekuensi radio\u00a0mini portabel yang memungkinkan interaksi manusia secara instan.\u00a0Diciptakan pada tahun 1921, pager\u2014atau disebut juga &#8220;beeper&#8221;\u2014mencapai masa kejayaannya pada tahun 1980an dan 1990an.\u00a0Menggantungkannya pada ikat pinggang, saku kemeja, atau tali tas berarti menunjukkan status tertentu\u2014status seseorang yang cukup penting untuk dihubungi pada saat itu juga.\u00a0Seperti pengirim pesan teks yang paham emoji\u00a0saat ini\u00a0, pengguna pager akhirnya mengembangkan bentuk komunikasi steno mereka sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"mntl-sc-block_1-0-2\">Pager Pertama<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-3\">Sistem mirip pager pertama kali digunakan oleh Departemen Kepolisian Detroit pada tahun 1921. Namun, baru pada tahun 1949 pager telepon pertama dipatenkan.&nbsp;Nama penemunya adalah Al Gross, dan pagernya pertama kali digunakan di Rumah Sakit Yahudi di Kota New York.&nbsp;Pager kotor bukanlah perangkat konsumen yang tersedia untuk semua orang.&nbsp;Faktanya, Komisi Komunikasi Federal&nbsp;<strong><\/strong>tidak menyetujui pager untuk penggunaan publik sampai tahun 1958. Teknologi ini selama bertahun-tahun hanya diperuntukkan bagi komunikasi penting antara petugas tanggap darurat seperti petugas polisi, petugas pemadam kebakaran, dan profesional medis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"mntl-sc-block_1-0-5\">Motorola Memojokkan Pasar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-6\">Pada tahun 1959, Motorola memproduksi produk\u00a0komunikasi radio\u00a0pribadi yang disebut pager.\u00a0Perangkat tersebut, berukuran sekitar setengah setumpuk kartu, berisi penerima kecil yang mengirimkan pesan radio secara individual ke mereka yang juga membawa pager.\u00a0Pager konsumen pertama yang sukses adalah Motorola Pageboy I, yang diperkenalkan pada tahun 1964. Ia tidak memiliki layar dan tidak dapat menyimpan pesan, namun portabel dan memberi tahu pemakainya melalui nada tindakan apa yang harus mereka ambil.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"730\" height=\"411\" src=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7.png\" alt=\"Pager\" class=\"wp-image-4788\" srcset=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7.png 730w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7-300x169.png 300w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-7-255x144.png 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 730px) 100vw, 730px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-8\">Terdapat 3,2 juta pengguna pager di seluruh dunia pada awal tahun 1980an.&nbsp;\ufeff\ufeff Pada saat itu&nbsp;\ufeff\ufeff\ufeff jangkauan pager terbatas dan sebagian besar digunakan dalam situasi di tempat\u2014misalnya, ketika pekerja medis perlu berkomunikasi satu sama lain di dalam rumah sakit.&nbsp;Saat ini, Motorola juga memproduksi perangkat dengan tampilan alfanumerik, yang memungkinkan pengguna menerima dan mengirim pesan melalui jaringan digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-10\">Satu dekade kemudian, paging area luas telah ditemukan, dan pada tahun 1994, ada lebih dari 61 juta yang digunakan, dan pager juga menjadi populer untuk komunikasi pribadi.&nbsp;\ufeff\ufeff Sekarang&nbsp;\ufeff\ufeff , pengguna pager dapat mengirim sejumlah pesan, mulai dari &#8220;Aku Cinta Kamu&#8221; hingga &#8220;Selamat Malam&#8221;, semuanya menggunakan serangkaian angka dan tanda bintang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"mntl-sc-block_1-0-12\">Bagaimana Pager Bekerja<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-13\">Sistem pagingnya tidak hanya sederhana, namun juga dapat diandalkan.\u00a0Seseorang mengirim pesan menggunakan\u00a0\u00a0telepon\u00a0nada sentuh \u00a0atau bahkan\u00a0email\u00a0, yang kemudian diteruskan ke pager orang yang ingin mereka ajak bicara.\u00a0Orang tersebut diberitahu bahwa ada pesan masuk, baik melalui bunyi bip atau getaran.\u00a0Nomor telepon atau pesan teks yang masuk kemudian ditampilkan pada layar LCD pager.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"mntl-sc-block_1-0-15\">Menuju Kepunahan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-16\">Meskipun Motorola berhenti memproduksi pager pada tahun 2001, pager tersebut masih diproduksi.&nbsp;Spok adalah salah satu perusahaan yang menyediakan berbagai layanan paging, termasuk satu arah, dua arah, dan terenkripsi.&nbsp;Memang, diperkirakan ada 2 juta pager yang digunakan saat ini, pada awal tahun&nbsp;2021.2<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201c\u00a0Mengapa Jutaan Pager Masih Digunakan?\u00a0\u201d\u00a0\u00a0<em>Perdagangan Magento.<\/em> Itu karena teknologi\u00a0ponsel pintar\u00a0saat ini pun tidak dapat bersaing dengan keandalan jaringan paging.\u00a0Ponsel hanya akan sama bagusnya dengan jaringan seluler atau Wi-Fi yang digunakannya, sehingga jaringan terbaik pun masih memiliki zona mati dan jangkauan dalam gedung yang buruk.\u00a0Pager juga mengirimkan pesan secara instan ke banyak orang pada waktu yang sama\u2014tidak ada jeda dalam pengiriman, yang sangat penting ketika menit, bahkan detik, sangat berarti dalam keadaan darurat.\u00a0Terakhir, jaringan seluler dengan cepat menjadi kelebihan beban saat terjadi bencana.\u00a0Hal ini tidak terjadi pada jaringan paging.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-18\">Jadi, hingga jaringan seluler bisa diandalkan, \u201cbeeper\u201d kecil yang tergantung di ikat pinggang tetap menjadi bentuk komunikasi terbaik bagi mereka yang bekerja di bidang komunikasi penting.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, kurang lebih itulah Sejarah Pager atau Beepers. Yuk kenalan lebih jauh dengan program studi\u00a0<a href=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">S1 Teknik Telekomunikasi<\/a>\u00a0dan kunjungi laman website official\u00a0<a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Telkom University Kampus Jakarta<\/a>\u00a0ya!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Ditulis oleh Dzul Rahman<\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jauh sebelum email dan SMS, sudah ada pager, perangkat\u00a0frekuensi radio\u00a0mini portabel yang memungkinkan interaksi manusia secara instan.\u00a0Diciptakan pada tahun 1921, pager\u2014atau disebut juga &#8220;beeper&#8221;\u2014mencapai masa kejayaannya pada tahun 1980an dan 1990an.\u00a0Menggantungkannya pada ikat pinggang, saku kemeja, atau tali tas berarti menunjukkan status tertentu\u2014status seseorang yang cukup penting untuk dihubungi pada saat itu juga.\u00a0Seperti pengirim pesan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4790,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":18,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[32,18],"tags":[],"class_list":["post-4786","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-info-lainnya-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4786","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4786"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4786\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4790"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}