{"id":4829,"date":"2023-09-28T11:59:00","date_gmt":"2023-09-28T04:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/?p=4829"},"modified":"2023-12-25T11:25:08","modified_gmt":"2023-12-25T04:25:08","slug":"sejarah-teknologi-radio","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/sejarah-teknologi-radio\/","title":{"rendered":"Sejarah Teknologi Radio"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0\">Perkembangan radio disebabkan oleh dua penemuan lain:&nbsp;telegraf&nbsp;dan&nbsp;telepon&nbsp;.&nbsp;Ketiga teknologi tersebut berkaitan erat, dan teknologi radio sebenarnya dimulai sebagai &#8220;telegrafi nirkabel&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-2\">Istilah &#8220;radio&#8221; dapat merujuk pada alat elektronik yang kita gunakan untuk mendengarkan atau pada konten yang diputar darinya.&nbsp;Bagaimanapun, semuanya dimulai dengan penemuan gelombang radio\u2014gelombang elektromagnetik yang mempunyai kapasitas untuk mengirimkan musik, ucapan, gambar, dan data lainnya tanpa terlihat melalui udara.&nbsp;Banyak perangkat yang bekerja dengan menggunakan gelombang elektromagnetik, termasuk radio, gelombang mikro, telepon nirkabel, mainan yang dikendalikan dari jarak jauh, televisi, dan banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"mntl-sc-block_1-0-4\">Akar Radio<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-5\">Fisikawan Skotlandia&nbsp;&nbsp;James Clerk Maxwell&nbsp;pertama kali meramalkan keberadaan gelombang radio pada tahun 1860an.&nbsp;Pada tahun 1886, fisikawan Jerman&nbsp;&nbsp;Heinrich Rudolph Hertz&nbsp;mendemonstrasikan bahwa variasi arus listrik yang cepat dapat diproyeksikan ke ruang angkasa dalam bentuk gelombang radio, mirip dengan gelombang cahaya dan gelombang panas.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-8f761849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<div class=\"wp-block-cover has-custom-content-position is-position-bottom-center\"><span aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-cover__background has-background-dim\"><\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1004\" height=\"1000\" class=\"wp-block-cover__image-background wp-image-4830\" alt=\"Heinrich Rudolph Hertz, teknologi radio\" src=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-9.png\" data-object-fit=\"cover\" srcset=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-9.png 1004w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-9-300x300.png 300w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-9-150x150.png 150w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-9-768x765.png 768w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-9-50x50.png 50w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-9-80x80.png 80w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-9-263x263.png 263w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-9-100x100.png 100w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-9-255x255.png 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 1004px) 100vw, 1004px\" \/><div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow\">\n<p class=\"has-text-align-center has-large-font-size wp-block-paragraph\">James Clerk Maxwell<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<div class=\"wp-block-cover has-custom-content-position is-position-bottom-center\"><span aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-cover__background has-background-dim\"><\/span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"463\" height=\"599\" class=\"wp-block-cover__image-background wp-image-4832\" alt=\"Heinrich Rudolph Hertz, teknologi radio\" src=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-10.png\" data-object-fit=\"cover\" srcset=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-10.png 463w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-10-232x300.png 232w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/image-10-255x330.png 255w\" sizes=\"auto, (max-width: 463px) 100vw, 463px\" \/><div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow\">\n<p class=\"has-text-align-center has-large-font-size wp-block-paragraph\">Heinrich Rudolph Hertz<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-7\">Pada tahun 1866, Mahlon Loomis, seorang dokter gigi Amerika, berhasil mendemonstrasikan &#8220;telegrafi nirkabel&#8221;.&nbsp;Loomis mampu membuat meteran yang terhubung ke layang-layang menyebabkan meteran yang terhubung ke layang-layang lain di dekatnya bergerak.&nbsp;Ini menandai contoh komunikasi udara nirkabel pertama yang diketahui.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-9\">Namun Guglielmo Marconi, seorang penemu Italia, yang membuktikan kelayakan komunikasi radio.&nbsp;Dia mengirim dan menerima sinyal radio pertamanya di Italia pada tahun 1895. Pada tahun 1899, dia memancarkan sinyal nirkabel pertama melintasi Selat Inggris, dan dua tahun kemudian menerima huruf &#8220;S&#8221;, yang dikirim melalui telegram dari Inggris ke Newfoundland (sekarang bagian dari Kanada ).&nbsp;Ini adalah pesan telegraf radio transatlantik pertama yang berhasil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-11\">Selain Marconi, dua orang sezamannya,&nbsp;&nbsp;Nikola Tesla&nbsp;dan Nathan Stubblefield, juga mengeluarkan paten untuk pemancar radio nirkabel.&nbsp;Nikola Tesla&nbsp;kini dianggap sebagai orang pertama yang mematenkan teknologi radio.&nbsp;Mahkamah Agung membatalkan paten Marconi pada tahun 1943 dan mendukung Tesla.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"mntl-sc-block_1-0-13\">Penemuan Radiotelegrafi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-14\">Radiotelegrafi adalah pengiriman pesan dot-dash (kode Morse) melalui gelombang radio yang sama dengan yang digunakan oleh telegraf.&nbsp;Pemancar, pada pergantian abad, dikenal sebagai mesin celah percikan.&nbsp;Mereka dikembangkan terutama untuk komunikasi kapal-ke-pantai dan kapal-ke-kapal.&nbsp;Bentuk telegrafi radio ini memungkinkan komunikasi sederhana antara dua titik.&nbsp;Namun, itu bukanlah siaran radio publik seperti yang kita kenal sekarang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-16\">Penggunaan sinyal&nbsp;nirkabel&nbsp;meningkat setelah terbukti efektif dalam komunikasi untuk pekerjaan penyelamatan di laut.&nbsp;Tak lama kemudian, sejumlah kapal laut bahkan memasang peralatan nirkabel.&nbsp;Pada tahun 1899, Angkatan Darat Amerika Serikat menjalin komunikasi nirkabel dengan kapal suar di lepas pantai Fire Island, New York.&nbsp;Dua tahun kemudian, Angkatan Laut mengadopsi sistem nirkabel.&nbsp;Hingga saat itu, Angkatan Laut telah menggunakan sinyal visual dan merpati pos untuk komunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-18\">Pada tahun 1901, layanan telegraf radio didirikan antara lima Kepulauan Hawaii.&nbsp;Pada tahun 1903, stasiun Marconi yang terletak di Wellfleet, Massachusetts, melakukan pertukaran antara Presiden Theodore Roosevelt dan Raja Edward VII.&nbsp;Pada tahun 1905, pertempuran laut Port Arthur dalam perang Rusia-Jepang dilaporkan melalui nirkabel.&nbsp;Dan pada tahun 1906, Biro Cuaca AS bereksperimen dengan radiotelegrafi untuk mempercepat pemberitahuan kondisi cuaca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-20\">Robert E. Peary, seorang penjelajah Arktik, mengirim telegram radio &#8220;Saya menemukan Kutub&#8221; pada tahun 1909. Setahun kemudian, Marconi mendirikan layanan telegraf radio reguler Amerika-Eropa, yang beberapa bulan kemudian memungkinkan seorang pembunuh Inggris yang melarikan diri ditangkap di laut lepas.&nbsp;Pada tahun 1912, layanan telegraf radio transpasifik pertama didirikan, menghubungkan San Francisco dengan Hawaii.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-22\">Sementara itu, layanan telegraf radio di luar negeri berkembang lambat, terutama karena pemancar telegraf radio awal tidak stabil dan menimbulkan banyak interferensi.&nbsp;Alternator frekuensi tinggi Alexanderson dan tabung De Forest akhirnya menyelesaikan banyak masalah teknis awal ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"mntl-sc-block_1-0-24\">Munculnya Telegrafi Luar Angkasa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-25\">Lee de Forest adalah penemu telegrafi luar angkasa, penguat triode, dan Audion, tabung vakum penguat.&nbsp;Pada awal tahun 1900-an, perkembangan radio terhambat oleh kurangnya detektor radiasi elektromagnetik yang efisien.&nbsp;De Forest-lah yang menyediakan detektor itu.&nbsp;Penemuannya memungkinkan penguatan sinyal frekuensi radio yang ditangkap oleh antena.&nbsp;Hal ini memungkinkan penggunaan sinyal yang jauh lebih lemah daripada yang mungkin dilakukan sebelumnya.&nbsp;De Forest juga orang pertama yang menggunakan kata &#8220;radio&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-27\">Hasil karya Lee de Forest adalah penemuan radio termodulasi amplitudo atau AM, yang memungkinkan adanya banyak stasiun radio.&nbsp;Ini merupakan kemajuan besar dibandingkan pemancar celah percikan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"mntl-sc-block_1-0-29\">Penyiaran Sejati Dimulai<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-30\">Pada tahun 1915, pidato pertama kali disiarkan melalui radio melintasi benua dari Kota New York hingga San Francisco dan melintasi Samudra Atlantik.&nbsp;Lima tahun kemudian, KDKA-Pittsburgh Westinghouse menyiarkan kembali pemilu Harding-Cox dan memulai jadwal program radio harian.&nbsp;Pada tahun 1927, layanan telepon radio komersial yang menghubungkan Amerika Utara dan Eropa dibuka.&nbsp;Pada tahun 1935, panggilan telepon pertama dilakukan di seluruh dunia menggunakan kombinasi kabel dan sirkuit radio.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-32\">Edwin Howard Armstrong&nbsp;&nbsp;menemukan modulasi frekuensi atau radio FM pada tahun 1933. FM meningkatkan sinyal audio radio dengan mengendalikan kebisingan statis yang disebabkan oleh peralatan listrik dan atmosfer bumi.&nbsp;Hingga tahun 1936, semua komunikasi telepon transatlantik Amerika harus disalurkan melalui Inggris.&nbsp;Tahun itu, sirkuit telepon radio langsung dibuka ke Paris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"mntl-sc-block_1-0-34\">Pada tahun 1965, sistem Antena&nbsp;Master FM pertama&nbsp;&nbsp;&nbsp;di dunia, yang dirancang untuk memungkinkan masing-masing stasiun FM mengudara secara bersamaan dari satu sumber, didirikan di Empire State Building di New York City.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, kurang lebih itulah Sejarah Teknologi Radio. Yuk kenalan lebih jauh dengan program studi&nbsp;<a href=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">S1 Teknik Telekomunikasi<\/a>&nbsp;dan kunjungi laman website official&nbsp;<a href=\"https:\/\/jakarta.telkomuniversity.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Telkom University Kampus Jakarta<\/a>&nbsp;ya!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/explore\/tags\/telkomuniversity\/\">#telkomuniversity<\/a><br><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/explore\/tags\/telkomjakarta\/\">#telkomjakarta<\/a><br><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/explore\/tags\/telkomuniversityjakarta\/\">#telkomuniversityjakarta<\/a><br><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/explore\/tags\/telutizen\/\">#telutizen<\/a><br><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/explore\/tags\/fakultasteknikelektro\/\">#fakultasteknikelektro<\/a><br><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/explore\/tags\/s1telekomunikasikampusjakarta\/\">#s1telekomunikasikampusjakarta<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Ditulis oleh Dzul Rahman<\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan radio disebabkan oleh dua penemuan lain:&nbsp;telegraf&nbsp;dan&nbsp;telepon&nbsp;.&nbsp;Ketiga teknologi tersebut berkaitan erat, dan teknologi radio sebenarnya dimulai sebagai &#8220;telegrafi nirkabel&#8221;. Istilah &#8220;radio&#8221; dapat merujuk pada alat elektronik yang kita gunakan untuk mendengarkan atau pada konten yang diputar darinya.&nbsp;Bagaimanapun, semuanya dimulai dengan penemuan gelombang radio\u2014gelombang elektromagnetik yang mempunyai kapasitas untuk mengirimkan musik, ucapan, gambar, dan data lainnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4834,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":18,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[32,18],"tags":[],"class_list":["post-4829","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-info-lainnya-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4829","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4829"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4829\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}