{"id":545,"date":"2023-03-14T08:09:21","date_gmt":"2023-03-14T08:09:21","guid":{"rendered":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/?p=545"},"modified":"2023-03-28T10:36:52","modified_gmt":"2023-03-28T10:36:52","slug":"ad-hoc-network","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/ad-hoc-network\/","title":{"rendered":"AD-HOC Network"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">AD-HOC Network bersifat dinamis. Selain dapat mengirim dan menerima informasi, jaringan ad hoc juga dapat mendukung penggunaan jaringan seperti router. Ada banyak cara untuk menghubungkan perangkat bersama. Ini dapat dilakukan melalui jaringan kabel atau nirkabel. Saat ini, jaringan nirkabel atau nirkabel umumnya lebih diminati. Salah satu jaringan nirkabel yang dapat Anda coba untuk menghubungkan perangkat Anda ke orang lain adalah jaringan Ad Hoc. Artikel berikut kali ini mengajak Anda untuk mendalami jaringan ad hoc lebih detail. Di bawah ini adalah informasi tentang deskripsi jaringan Ad Hoc, fitur, kelebihan dan kekurangan yang harus diperhatikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian AD-HOC Network<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jaringan ad hoc adalah jenis jaringan komputer nirkabel yang menghubungkan dua perangkat atau lebih untuk berkomunikasi satu sama lain. Namun dalam praktiknya, jaringan ad hoc sering digunakan untuk menghubungkan dua perangkat, seperti laptop, untuk transfer data. Jaringan ad hoc terdiri dari sejumlah node yang terhubung langsung satu sama lain tanpa perantara seperti BTS. Node jaringan ad hoc bersifat dinamis. Oleh karena itu, jaringan ad hoc tidak hanya dapat mengirim dan menerima informasi, tetapi juga mendukung penggunaan jaringan sebagai router.&nbsp;<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/image-6.png\" alt=\"AD-HOC Network\" class=\"wp-image-547\" width=\"496\" height=\"317\" srcset=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/image-6.png 850w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/image-6-300x192.png 300w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/image-6-768x492.png 768w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/image-6-139x89.png 139w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/image-6-278x178.png 278w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/image-6-255x164.png 255w, https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/image-6-600x385.png 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 496px) 100vw, 496px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Karakteristik AD-HOC Network<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena dapat berfungsi layaknya&nbsp;<em>router,<\/em>&nbsp;maka jaringan&nbsp;<em>Ad Hoc<\/em>&nbsp;memerlukan<em>&nbsp;routing<\/em>&nbsp;protokol agar mendukung proses pengiriman dan penerimaan antar&nbsp;<em>node<\/em>. Selain itu, jaringan<em>&nbsp;Ad Hoc<\/em>&nbsp;juga memiliki beberapa ciri khas tersendiri. Berikut penjelasannya :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Limited Resources<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena jaringan&nbsp;AD-HOC&nbsp;merupakan jaringan&nbsp;<em>wireless,<\/em>&nbsp;maka jaringannya pun dibatasi oleh masalah daya dan kapasitas memori.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Dynamic Topology<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa jaringan&nbsp;AD-HOC&nbsp;bersifat dinamis\/ berubah-ubah. Oleh karena itu,&nbsp;<em>routing<\/em>&nbsp;protokol memiliki masalah yang lebih kompleks dibandingkan dengan jaringan kabel yang memiliki&nbsp;<em>node<\/em>&nbsp;tetap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Multiple Wireless Link<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Node-node&nbsp;<\/em>pada jaringan&nbsp;AD-HOC&nbsp;memiliki sifat&nbsp;<em>mobility<\/em>&nbsp;sehingga terdapat beberapa&nbsp;<em>interface<\/em>&nbsp;yang terhubung dengan&nbsp;<em>node&nbsp;<\/em>lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em>Jenis-jenis Jaringan&nbsp;Ad Hoc<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu Anda ketahui, jaringan AD-HOC ternyata terdiri dari beberapa jenis. Tercatat ada 7 jenis jaringan Ad Hoc yang dapat dipakai. Ketujuh jaringan tersebut yaitu :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Wireless Ad Hoc Network (WANET)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merupakan jaringan&nbsp;<em>Ad Hoc<\/em>&nbsp;yang ada di dalam jaringan nirkabel pada perangkat komputer dan laptop. Cara kerja dari&nbsp;<em>WANET<\/em>&nbsp;hampir sama seperti&nbsp;<em>client<\/em>&nbsp;dan&nbsp;<em>server&nbsp;<\/em>dimana perangkat komputer dapat mengirim, menerima sekaligus menghasilkan data. Konektivitas jaringan sangat berpengaruh dalam penentuan persebaran<em>&nbsp;node.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Mobile Ad Hoc Network (MANET)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adalah jaringan&nbsp;<em>Ad Hoc<\/em>&nbsp;yang dipakai pada perangkat&nbsp;<em>mobile<\/em>&nbsp;seperti telepon seluler.&nbsp;<em>MANET<\/em>&nbsp;dapat terhubung ke segala penjuru secara bebas. Oleh sebab itu penyebarannya sering berubah dan diteruskan ke lalu lintas jaringan yang tidak terkait.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Vehicular Ad Hoc Network (VANET)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adalah jaringan&nbsp;<em>Ad Hoc&nbsp;<\/em>yang bekerja dari suatu kendaraan dan berfungsi sebagai alat komunikasi antar kendaraan atau antara kendaraan yang ada di pinggir jalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>4. Internet Based Mobile Ad Hoc Network (iMANET)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adalah jaringan&nbsp;<em>Ad Hoc<\/em>&nbsp;yang menjembatani node bergerak dengan node internet&nbsp;<em>gateway<\/em>. Penerapannya dapat dilihat pada jaringan infrastruktur suatu wilayah atau perkotaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5. Self Powered Ad Hoc Network (SPAN)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adalah jaringan&nbsp;<em>Ad Hoc<\/em>&nbsp;yang biaya operasionalnya relatif kecil. Jaringan&nbsp;<em>SPAN&nbsp;<\/em>memanfaatkan kemajuan teknologi di bidang manajemen daya energi permanen. Selain itu, terdapat&nbsp;<em>microsensor<\/em>&nbsp;dan teknologi pemrosesan yang dioptimalkan untuk pemakai yang membutuhkan penyebaran informasi secara cepat. Penerapan&nbsp;<em>SPAN<\/em>&nbsp;biasanya dipakai pada latihan perang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>6. Jaringan Militer (Tactical MANETs)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>MANETs<\/em> ini juga dipakai untuk keperluan militer untuk mengetahui lokasi tiap-tiap tentara. Jaringan&nbsp;<em>MANETs<\/em>&nbsp;fokus pada keamanan, jangkauan dan integrasi jaringan dengan sistem yang sudah ada pada bidang militer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>7. Smart Phone Ad Hoc Network (SPANs)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adalah jaringan&nbsp;<em>Ad Hoc<\/em>&nbsp;yang menggunakan&nbsp;<em>bluetooth<\/em>&nbsp;dan&nbsp;<em>wifi<\/em>&nbsp;dalam membangun jaringan&nbsp;<em>peer to peer<\/em>. Jaringan ini tidak bergantung pada operator seluler, titik akses nirkabel dan infrastruktur jaringan tradisional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kelebihan dan Kekurangan Jaringan&nbsp;Ad Hoc<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jaringan ad hoc banyak digunakan karena memiliki beberapa keunggulan. Jaringan ad hoc dianggap nyaman karena tidak membutuhkan kabel dalam proses transmisinya. Biaya yang dibutuhkan juga relatif murah karena hanya satu perangkat wireless yang digunakan pada satu laptop. Selain itu, mudah digunakan untuk berbagi file dan konfigurasi. Sayangnya, jumlah jaringan yang dapat dihubungkan terbatas. Selain itu, proses transfer datanya cukup lama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah Penjelasan akan AD-HOC Network. Yuk kenalan lebih jauh dengan program studi&nbsp;<a href=\"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">S1 Teknik Telekomunikasi<\/a>&nbsp;dan kunjungi laman website official&nbsp;<a href=\"https:\/\/ittelkom-jkt.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Telkom University Kampus Jakarta<\/a>&nbsp;ya!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Ditulis oleh Dzul Rahman<\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AD-HOC Network bersifat dinamis. Selain dapat mengirim dan menerima informasi, jaringan ad hoc juga dapat mendukung penggunaan jaringan seperti router. Ada banyak cara untuk menghubungkan perangkat bersama. Ini dapat dilakukan melalui jaringan kabel atau nirkabel. Saat ini, jaringan nirkabel atau nirkabel umumnya lebih diminati. Salah satu jaringan nirkabel yang dapat Anda coba untuk menghubungkan perangkat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":547,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":18,"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-545","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-lainnya-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/545","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=545"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/545\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/547"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=545"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=545"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bte-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=545"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}